Teknik ivestigasi dalam penggalian berita berresiko cukup tinggi bagi para jurnalis. Materi tersebut menjadi pembicaraan menarik dalam perkuliahan Enjang Muahaemin selaku dosen Universitas Islam Negri (UIN) Sunan Gunung Djati, bersama mahasiswa jurnalistik semseter 3 dalam mata kuliah Penulisan Berita di gedung Z lantai 2 ruang 8 pada Jum’at (26/09).
“Investigasi merupakan teknik penggalian berita yang didapatkan melalui penyamaran. Tidak semua jurnalis dapat melakukannya. Hanya mereka yang memiliki kemampuan khusus, jam terbang tinggi, banyak relasi dan jurnalis berkualitas yang mampu mengggunakan teknik ini”, paparnya saat menerangkan tentang teknik investigasi.
Ditengah berlangsungnya perkuliahan, Enjang Muhaemin menceritakan kisah lucu dan menegangkan tentang beberapa jurnalis yang terjebak dalam penyamarannya. Diantaranya tentang seorang wartawati yang menyamar menjadi Pekerja Seks Komersial (PKS) demi mendapatkan informasi akurat tentang “dunia prostitusi”.
Wawancara tersembunyi yang dia lakukan dengan seorang lelaki hidung belang hampir berakhir di dalam hotel. Namun ketangkasan wartawan lain yang juga tergabung dalam reporting investigation tersebut, mampu menyelamatkan sang wartawati. Dengan mengaku sebagai suami sang wartawati, lelaki hidung belang itupun lari terbirit-birit.
Gelak tawa para mahasiswapun mengiringi akhir cerita tersebut. “Ingat! Teknik investigasi ini biasanya hanya dilakukan oleh para wartawan senior saja. Jika suatu hari kalian baru terjun ke dunia jurnalis, jangan sampai belum apa-apa langsung mau pake teknik investigasi. Bisa-bisa kalian terjerumus beneran”, ujar Enjang pada mahasiswa.
Selain ketangkasan berpikir yang dibutuhkan jurnalis dalam melakukan investigasi, kemampuan ber-acting juga sangat dibutuhkan guna menutupi penyamaran.
Reporter : Intan Resika
Gelak tawa para mahasiswapun mengiringi akhir cerita tersebut. “Ingat! Teknik investigasi ini biasanya hanya dilakukan oleh para wartawan senior saja. Jika suatu hari kalian baru terjun ke dunia jurnalis, jangan sampai belum apa-apa langsung mau pake teknik investigasi. Bisa-bisa kalian terjerumus beneran”, ujar Enjang pada mahasiswa.
Selain ketangkasan berpikir yang dibutuhkan jurnalis dalam melakukan investigasi, kemampuan ber-acting juga sangat dibutuhkan guna menutupi penyamaran.
Reporter : Intan Resika
Labels:
berita
Thanks for reading Teknik Investigasi Berresiko Cukup Tinggi Bagi Jurnalis. Please share...!
1 Comment for "Teknik Investigasi Berresiko Cukup Tinggi Bagi Jurnalis"
Ini kisahnya kaya film korea yg judulnya youre all surounded tan, nonton deh ^^