Ruang Publikasi Karya Tulis Jurnalistik Pribadi

"Sebutir pelurumu yang menembus kepalaku hanya akan membunuhku.Tapi tulisan dan buah pikiranku akan menembus jutaan kepala orang" _Sayyid Qutb_
Diberdayakan oleh Blogger.

Banceuy Jejak Perjuangan Bangsa




Description: CIMG8422.JPG
BANDUNG -“Ku korbankan diriku di penjara ini, demi bangsa dan negaraku,” itulah ucapan Ir. Soekarno yang terpampang di dinding penjara Banceuy blok F nomer 5. Ruang kecil yang lebarnya hanya satu setengah meter itu menyiratkan begitu kejamnya kolonial Belanda pada masa penjajahan. Penjara kelas rendah yang mengurung seorang pahlawan negeri ini, menyimpan jejak perjuangan bangsa Indonesia mencapai kemerdekaannya.
Mimpi buruk para pejuang bangsa, ketika suara perjuangan harus tersendat dinding semen satu setengah meter yang separuhnya sudah terpakai tidur, benar-benar sudah seperti peti mati. Adalah satu hektar tanah pada suatu tempat di Bandung berjajar puluhan sel penjara dengan pekarangan yang kotor, tidak berjendela, tidak pula berjejarak supaya bisa mengintip keluar, apalagi tempat untuk menjenguk. Pintunya terbuat dari besi dengan sebuah lobang kecil, “lobang ini ditutup dari luar, penjaga dapat melihat kedalam akan tetapi ia tertutup buat kami,”tutur Soekarno sang penyambung lidah rakyat.
Pada abad pertengahan didirikannya, ada dua macam sel yang mengurung tahanan, yang satu untuk tahanan politik dan satunya lagi untuk tahanan pepetek. Pepetek sebangsa ikan murah dan menjadi makanan orang yang paling miskin di negeri ini, adalah sebutan untuk rakyat jelata. Pepetek tidur di lantai semen dan mereka para tahanan politik  tidur di atas kasur besi beralas tikar rumput setebal karton. Didalamnya terkurung tubuh Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno yang ditangkap karena aktivitas perjuangannya bersama Partai Nasional Indonesia (PNI). Penjara kotor itu hanya mengurung tubuhya sedangkan gagasan-gagasannya tetap ada untuk bangsa, ide tidak bisa dikurung dalam penjara. Lebih besar daripada orang besar, ialah ide yang bersamayam dalam diri Soekarno.
29 Desember 1929 Bersama para aktivis yang lain yakni Maskoen, Soepriadinata, dan Gatot Mangkoepraja, Soekarno dikurung selama 1 tahun. Segera setelah mereka masuk penjara, rambutnya di potong hingga hampir botak. Pakaiannya diganti dengan pakaian biru bernomor dibelakangnya, “Rumahku adalah Blok F,” ucapan Soekarno yang tertulis dalam bukunya Penyambung Lidah Rakyat. Suatu petak yang terdiri dari 36 sel dan 32 buah yang masih kosong menghadap ke pekarangan yang kotor. Mulai dari ujung, maka 4 nomor berturut-berturut telah terisi.  Di sampingnya terdapat sumur tempat mandi para tahanan, berbaris mereka mandi bergiliran sambill telanjang. Untuk buang air, disediakan wadah kaleng usang dan berkarat di sudut  sel.  Tak ada roti ataupun susu, yang ada hanya seonggok nasi merah ditambah sambal untuk mereka makan.


Tidak ada apapun selain kasur besi dan kaleng tempat buang air. Namun dari keterbatasan itu, seorang perempuan yang mencintai Soekarno datang dengan harapan. Inggit Garnasih isteri pertama presiden Soekarno kerap menjenguknya seminggu sekali. Pena hitam diselipkan di sebungkus rokok yang diberi Inggit, maka dari kertas rokok itu pula soekarno menulis pesan untuk negerinya ditemani cahaya cempor. Sebegitu cepat pula Inggit menyebar pesan itu pada rakyat yang hilang harap, hingga semangat kembali berkecambuk di segenap bangsa Indonesia.
Begitu kuat hingga menggetarkan seluruh penjuru dunia, bagai hembusan angin yang mengobarkan api semangat para pejuang tanah air. Naskah Indonesia Menggugat yang dibacakan dengan lantang oleh Soekarno pada sidang pengadilan di gedung Landraad, adalah luapan pemikiran Soekarno di balik penjara Banceuy, jeruji besi gelap yang tak manusiawi itu tak akan pernah menumpulkan hasrat kemerdekaan yang menjadi impian bangsa. Indonesia telah menggugat penindasan yang dilakukan kolonial Belanda selama bertahun-tahun lamanya.
Pada tahun 1985 penjara Banceuy telah dipindah ke jalan Soekarno Hatta, yang tersisa kini hanya kamar sel blok F nomer 5  dengan tulisan-tulisan Soekarno selama beliau di kurung 1 tahun lamanya. Situs sejarah yang dijaga hingga kini karena menyimpan banyak cerita di balik ruangan dua setengah meter itu. Mengajarkan pada segenap bangsa Indonesia, bahwa ide takan bisa dikurung, gagasan dan semangat yang teguh takkan pernah tumpul meski dibelenggu tembok terkokoh di dunia ini.  [] Iqbal Pratama Putra
  

Labels: feature

Thanks for reading Banceuy Jejak Perjuangan Bangsa . Please share...!

0 Comment for "Banceuy Jejak Perjuangan Bangsa "

Back To Top