Ruang Publikasi Karya Tulis Jurnalistik Pribadi

"Sebutir pelurumu yang menembus kepalaku hanya akan membunuhku.Tapi tulisan dan buah pikiranku akan menembus jutaan kepala orang" _Sayyid Qutb_
Diberdayakan oleh Blogger.

Penjaga Sukarela, Mengemis Untuk Merawat Penjara Banceuy




BANDUNG--Sekitar 28 tahun yang lalu, Ahmad (49) menjadi saksi hidup diresmikannya sel tahanan Banceuy Bandung sebagai situs sejarah. Pandangan matanya yang lelah menyaksikan dengan jelas bagaimana pemerintah menghancurkan seluruh kompleks tahanan Banceuy. Hingga penggusuran tersebut hanya menyisakan satu sel tahanan yang pernah dihuni presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
Ahmad bukan sekedar saksi hidup, ia bahkan ikut dalam proyek pembugaran sel tahan menjadi sebuah situs sejarah seperti saat ini. Keterbatasan ekonomi membuatnya memilih untuk tidak meneruskan pendidikan tinggi. Hari-hari pun dilalui pria asal Kuningan itu dengan mengabdikan diri pada bekas penjara Bung Karno. 
“Saat itu, bapak masih muda. Sekitar umur 23-an lah,” kenang Ahmad, pria paruh baya yang hingga saat ini masih setia menjadi penjaga situs sejarah EX. LP. Banceuy Bandung, Jum’at, (03/04/15). Ya, setelah ikut dalam proyek pembangunan rumah tahanan Bung Karno menjadi situs sejarah, Ahmad melanjutkan perannya menjadi penjaga situs sejarah tersebut.
Sejak tahun 1986, Ahmad menjadi penjaga situs sejarah EX. LP. Banceuy Bandung hingga tahun 2014, tak pernah sekalipun pemerintah setempat memberikan perhatian khusus padanya. Jangankan pada Ahmad, biaya perawatan bangunan bersejarah itupun terkadang harus ditanggung oleh Ahmad dan warga sekitar. Setiap harinya, pria yang hampir menginjak kepala lima ini meluangkan waktu untuk merawat setiap jengkal area tahanan.
Demi menjaga situs sejarah yang pernah menjadi saksi bisu perjuangan bung Karno itu, Ahmad merelakan dirinya untuk menjadi relawan tanpa imbalan. Tak jarang, untuk sekedar mengecat ulang pun Ahmad harus merogoh kocek pribadinya. Namun tak selamanya dia dan warga setempat mampu membiayai perawatan bangunan tua tersebut. “Terkadang, dengan terpaksa kita harus mengemis pada pengunjung, agar situs sejarah ini tetap terawat,” ujar pria dua anak itu.
Sebagai warga sekitar, Ahmad tentu peduli pada situs sejarah tersebut. Rumput liar yang menjalar pada dinding sel tahanan dan area sekitarnya, tak jarang membuaut mata pengunjung risih dan berkomentar pedas pada warga sekitar. Para pengunjung itu tak pernah tau dan mengerti, jangan kan untuk memberikan biaya perawatan, mengakui keberadaan situs sejarah tersebut, pemerintah enggan melakukannya.
Namun ocehan pedas para pengunjung tak pernah menyulutkan api semangat Ahmad untuk tetap merawat benda bersejarah itu. Tiap kali rumput-rumput liar tumbuh menjulang tinggi di sekitar tahanan, dengan cekatan Ahmad dibantu warga sekitar membersihkannya hingga kembali terlihat apik. Terkadang saat atap ruang tahanan ambruk pun, ia tak segan-segan turun tangan.
Melihat usia bangunan yang tak lagi segar, terkesan tua dan kumuh, keinginan untuk merenovasi bangunan itu selalu tertanam dalam sanubari Ahmad. Walaupun ia hanya seorang penjaga biasa, bukan sang pemegang kuasa, bak orang tua yang menyayangi anaknya, begitulah rasa cinta Ahmad pada bekas ruang tahanan Bung Karno. Tapi jangankan untuk merenovasi bangunan itu, menghidupi keluarga pun diungkapkannya pas-pasan.
Hingga janji pemerintah kota Bandung pun sampai ke telinganya. Ya, Ridwan kamil sempat menjanjikan akan melakukan pembugaran pada situs sejarah itu pada tahun 2013. Namun janji tinggallah janji. Hingga tahun 2013 terlewati, janji tersebut belum juga ditepati.
Seiring dengan bertambahnya usia Ahmad, sejalan dengan penantian panjangnya, kurang lebih sekitar 28 tahun, pada tahun 2014, keberadaan EX. LP. Banceuy Bandung pun diakui secara resmi oleh pemerintah Jawa Barat. Sejak saat itu, tunjangan pun mengalir pada Ahmad. Perjuangan menjaga situs sejarah secara sukarela selama 28 tahun lebih pun berbalas manis. Walaupun manis itu belum sebanding dengan perjuangannya, tapi Ahmad bangga bisa menjadi pelaku penjaga situs sejarah kemerdekaan bangsa.
“Alhamdulillah walaupun bapak hanya bekerja sebagai penjaga tempat bersejarah ini, kedua anak bapak tetap bangga memiliki ayah seperti bapak ini,” ungkap pria berkulit sawo matang itu, sumringah. [] Intan Resika Rohmah
Labels: feature

Thanks for reading Penjaga Sukarela, Mengemis Untuk Merawat Penjara Banceuy. Please share...!

0 Comment for "Penjaga Sukarela, Mengemis Untuk Merawat Penjara Banceuy"

Back To Top