Kecakapan para wartawan dalam menggali berita hingga mengolahnya menjadi sebuah tulisan, belum tentu menghasilkan karya tulis yang baik. Berita yang tersaji pada setiap media cetak, bukan hasil wartawan secara mutlak. Tangan redaktur ikut berperan penting dalam hasil akhir penulisan wartawannya. “Berdasarkan pengalaman saya di media cetak selama 11 tahun, banyak tulisan wartawan yang masih mengalami perbaikan atau editan oleh redakturnya”, ujar Enjang menerangkan. Dia juga menambahkan, wartawan senior tak menjamin dia memiliki kemampuan menulis dengan baik.
Pernyataan tersebut diungkapkan Enjang ditengah perkuliahan, saat membahas salah satu contoh berita yang ditulis oleh Febi Vitria Handayani. Berita buatan salah satu mahasiswi Jurnalistik itu dijadikan pembelajaran bersama bagi seluruh mahasisw tentang proses pengeditan. Enjang menyampaikan hal itu sengaja ia ajarkan pada mahasiswa didikannya. Agar kelak mereka muncul sebagai wartawan yang tidak hanya mampu memburu berita, tapi juga mampu mengemasnya secara luar biasa.
Di akhir mata kuliah Enjang menyampaikan, “Banyak redaktur yang ambeien karena terlalu lama duduk ketika harus mengedit tulisan para wartawan”, ujarnya sambil tersenyum. Kuliah pun ditutup dengan gelak tawa mahasiswa yang berada dalam ruangan, saat mendengar lelucon yang diutarakan Enjang.
Labels:
berita
Thanks for reading Wartawan Baik Ringankan Tugas Redaktur. Please share...!
0 Comment for "Wartawan Baik Ringankan Tugas Redaktur"